Adm Perhutani Banyuwangi Ucapkan Selamat Harlah ke-21 Sekar Perhutani
Mengusung tema “Sekar Perhutani Bergerak Bersama, Tumbuh Lebih Kuat”, peringatan harlah ini menjadi penanda penting bahwa persatuan dan dialog adalah fondasi utama dalam membangun hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan.
Adm Perhutani Banyuwangi Muklisin menuturkan, Sekar Perhutani telah menjadi ruang kebersamaan, tempat aspirasi dirawat, serta jembatan yang menghubungkan kepentingan karyawan dan manajemen dalam semangat saling percaya.
“Di usia yang ke-21 ini, Sekar Perhutani diharapkan semakin matang dalam sikap, semakin bijak dalam peran, dan tetap teguh mengawal kepentingan karyawan seiring langkah Perhutani menghadapi perubahan zaman,” ungkapnya.
Ia menegaskan, tantangan pengelolaan hutan yang berkelanjutan menuntut kekompakan seluruh elemen. Dalam kebersamaan itulah, nilai-nilai profesionalisme, integritas, dan loyalitas diuji sekaligus dikuatkan. “Bergerak bersama berarti melangkah seirama, saling menguatkan saat lelah, dan meneguhkan arah saat ragu. Dari kebersamaan itulah Perhutani akan tumbuh lebih kuat,” tambahnya.
Momentum harlah ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penyulut semangat baru, agar Sekar Perhutani terus hadir sebagai mitra strategis yang dewasa, konstruktif, dan berkontribusi nyata bagi keberlanjutan perusahaan serta kesejahteraan seluruh insan Perhutani.
(Red)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Data A Satu dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Data A Satu namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Data A Satu.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Medicaid Expansion Improves Hypertension and Diabetes Control
Berbagi di Bulan Ramadhan, Satlantas Bangkalan dan Ojol Perkuat Sinergi Ciptakan Kamselticarlantas
Kombes Pol Rama Samtama Putra Pamit, Aktivis dan Masyarakat Banyuwangi Merasa Kehilangan