Kabar Baru
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Anggaran Banyuwangi Festival 2024 Capai Rp8,7 Miliar, Puluhan Event Digelar Sepanjang Tahun
BPK Lakukan Pemantauan Tindak Lanjut Laporan Keuangan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2024
Pedagang Kaki Lima Terminal Pariwisata Banyuwangi Mengeluh Pendapatan Terus Menurun
Warga Banyuwangi Pertanyakan Biaya Admin Surat Keterangan Sehat di Puskesmas
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Anggaran Banyuwangi Festival 2024 Capai Rp8,7 Miliar, Puluhan Event Digelar Sepanjang Tahun
BPK Lakukan Pemantauan Tindak Lanjut Laporan Keuangan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2024
Pedagang Kaki Lima Terminal Pariwisata Banyuwangi Mengeluh Pendapatan Terus Menurun
Warga Banyuwangi Pertanyakan Biaya Admin Surat Keterangan Sehat di Puskesmas
Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Aktivitas Pabrik Beton di Gladag Picu Keluhan Warga Sekitar

Aktivitas Pabrik Beton di Gladag Picu Keluhan Warga Sekitar
Banyuwangi, - Aktivitas produksi pabrik beton oleh PT.KBN yang berlokasi di Jalan Sritanjung, Dusun Krajan, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, kembali menuai keluhan dari warga sekitar. Asap hitam pekat yang dihasilkan pabrik tersebut kerap terbawa angin hingga masuk ke kawasan permukiman, bahkan berdampak langsung pada lembaga pendidikan di depan lokasi pabrik.

Diketahui, didepan lokasi pabrik berdiri Yayasan Pendidikan Islam dann sosial Darul Qur’an MSA. Saat arah angin mengarah lokasi pendiidiikan, asap masuk, sangat mengganggu aktivitas belajar para murid/santri.

Ustad Qodir, pengasuh Yayasan Pendidikan Islam Soosial Daqu MSA menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak asap pabrik tersebut. Ia menyebut, ketika asap mengarah ke lingkungan yayasan, para santri kerap mengeluh sesak dan tidak nyaman. “Kalau asap masuk ke area pendidikan, anak-anak mengeluh dan proses belajar terpaksa dihentikan. Ini sangat mengganggu,” ungkapnya.

Ia menambahkan,jika beberap tahun yang lalu juga telah dilakukan musyawarah antara pihak pabrik dan warga sekitar bersama Pemerintah Desa setempat. Namun, hasil pertemuan itu tidak memberikan dampak positif yang nyata.

Ia juga berharap pemerintah daerah, khususnya instansi terkait, segera turun tangan untuk menindaklanjuti persoalan ini secara serius. Mereka menuntut adanya pengawasan ketat serta solusi konkret agar aktivitas industri tidak mengorbankan kesehatan warga dan keberlangsungan pendidikan.

Ketua Komunitas Pemerhati Banyuwangi (KPB) di Rogojampi, Agung Surya Wirawan, selaku pendamping warga terdampak mengaku prihatin atas kondisi tersebut.

“Musyawarah sudah pernah dilakukan, tetapi keluhan warga kembali muncul. Ini menandakan persoalan belum diselesaikan secara tuntas,” ujar Agung.

Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa KPB akan melakukan penelusuran menyeluruh terkait aktivitas pabrik PT.KBN, mulai dari aspek perizinan, standar baku mutu emisi asap, hingga potensi pencemaran lingkungan.

“Kami akan mengidentifikasi, investagasii semua hal yang berkaitan. Jika memang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah melakukan pemeriksaan, maka hasilnya harus transparan dan disampaikan ke publik terdampak. Kami ingin mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak,” tegasnya. (Tim)

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Data A Satu dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Data A Satu namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Data A Satu.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN