Kabar Baru
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Anggaran Banyuwangi Festival 2024 Capai Rp8,7 Miliar, Puluhan Event Digelar Sepanjang Tahun
BPK Lakukan Pemantauan Tindak Lanjut Laporan Keuangan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2024
Pedagang Kaki Lima Terminal Pariwisata Banyuwangi Mengeluh Pendapatan Terus Menurun
Warga Banyuwangi Pertanyakan Biaya Admin Surat Keterangan Sehat di Puskesmas
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Anggaran Banyuwangi Festival 2024 Capai Rp8,7 Miliar, Puluhan Event Digelar Sepanjang Tahun
BPK Lakukan Pemantauan Tindak Lanjut Laporan Keuangan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2024
Pedagang Kaki Lima Terminal Pariwisata Banyuwangi Mengeluh Pendapatan Terus Menurun
Warga Banyuwangi Pertanyakan Biaya Admin Surat Keterangan Sehat di Puskesmas
Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Awak Media Mengaku Dipersulit Saat Konfirmasi Proyek Sekolah Rakyat di Muncar

Awak Media Mengaku Dipersulit Saat Konfirmasi Proyek Sekolah Rakyat di Muncar

BANYUWANGI — Sejumlah awak media mengaku mengalami kesulitan saat hendak melakukan konfirmasi di lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Dusun Mangunreja, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (14/5/2026).

 

Kedatangan wartawan ke lokasi proyek tersebut bertujuan untuk melakukan peliputan dan meminta keterangan terkait progres pembangunan Sekolah Rakyat yang tengah dikerjakan.

 

Namun saat tiba di pintu masuk proyek, sejumlah wartawan mengaku diminta berhenti oleh petugas keamanan (security) yang berjaga di area tersebut. Awak media disebut diminta terlebih dahulu memperoleh izin atau memiliki janji dengan pihak manajer proyek sebelum diperbolehkan masuk.

 

“Security menanyakan apakah sudah ada janji dengan manajer proyek. Kami juga diminta tidak masuk ke area proyek,” ujar salah satu awak media di lokasi.

 

Selain membatasi akses masuk, petugas keamanan juga meminta wartawan agar tidak melakukan pengambilan gambar maupun wawancara sebelum mendapatkan persetujuan dari pihak manajemen proyek.

 

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan awak media terkait keterbukaan informasi dalam pelaksanaan proyek pemerintah. Meski demikian, belum diketahui secara pasti apakah pembatasan akses tersebut berkaitan dengan standar keamanan proyek atau kebijakan internal dari pihak pelaksana pekerjaan.

 

Awak media mengaku telah berupaya meminta penjelasan kepada pihak manajemen proyek terkait alasan pembatasan akses tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang diberikan.

 

Para wartawan berharap pihak pelaksana proyek dapat lebih terbuka terhadap proses konfirmasi dan peliputan di lapangan, sehingga informasi terkait pembangunan dapat tersampaikan secara transparan kepada masyarakat.

Id
Penulis Idham holid
Ti
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Data A Satu dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Data A Satu namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Data A Satu.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN