Kabar Baru
Ke Banyuwangi, Komisi X DPR RI Dorong Penguatan Pelestarian Cagar Budaya
Di Hadapan Walikota Padang Panjang dan Bupati Malang, Bupati Ipuk Puji Cara Warga Banyuwangi Merawat dan Bangga Akan Tradisi Budayanya
Musrenbangcam 2027, Bupati Ipuk Arahkan Pada Penguatan Daya Saing SDM, Pembangunan Pariwisata Hingga Infrastruktur
Musrenbangcam 2027, Bupati Ipuk Arahkan Pada Penguatan Daya Saing SDM, Pembangunan Pariwisata Hingga Infrastruktur
*Beredar Spanduk" Turunkan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Puskaptis Bakal "Turun Gunung"*
Banyuwangi Raih Peringkat Terbaik Kabupaten Berkinerja Tinggi se-Indonesia dari Kemendagri
Ke Banyuwangi, Komisi X DPR RI Dorong Penguatan Pelestarian Cagar Budaya
Di Hadapan Walikota Padang Panjang dan Bupati Malang, Bupati Ipuk Puji Cara Warga Banyuwangi Merawat dan Bangga Akan Tradisi Budayanya
Musrenbangcam 2027, Bupati Ipuk Arahkan Pada Penguatan Daya Saing SDM, Pembangunan Pariwisata Hingga Infrastruktur
Musrenbangcam 2027, Bupati Ipuk Arahkan Pada Penguatan Daya Saing SDM, Pembangunan Pariwisata Hingga Infrastruktur
*Beredar Spanduk" Turunkan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Puskaptis Bakal "Turun Gunung"*
Banyuwangi Raih Peringkat Terbaik Kabupaten Berkinerja Tinggi se-Indonesia dari Kemendagri
Memuat cuaca...
Nasional

Pemerintah Luncurkan Program Digitalisasi Nasional untuk Percepatan Pembangunan

Pemerintah Luncurkan Program Digitalisasi Nasional untuk Percepatan Pembangunan
Presiden mengumumkan program digitalisasi nasional di Istana Negara, Jakarta.

Jakarta - Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan program digitalisasi nasional yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan di seluruh sektor. Program ini diumumkan oleh Presiden dalam acara peluncuran di Istana Negara, Jakarta, pada hari Senin.

"Program ini merupakan langkah strategis untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam era digital. Dengan digitalisasi, kita bisa meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pemerintahan," ujar Presiden dalam sambutannya.

Program digitalisasi nasional mencakup beberapa aspek penting, antara lain: transformasi layanan publik berbasis digital, pengembangan infrastruktur telekomunikasi di daerah terpencil, peningkatan literasi digital masyarakat, serta pengembangan ekosistem startup dan teknologi lokal.

Menteri Komunikasi dan Informatika menjelaskan bahwa program ini akan dilaksanakan secara bertahap selama lima tahun ke depan dengan total anggaran sebesar Rp 50 triliun. "Kita akan memprioritaskan daerah-daerah yang belum terjangkau internet dengan baik," tambahnya.

Para ahli teknologi menyambut baik inisiatif ini. Dr. Andi Wijaya, pakar teknologi informasi dari Universitas Indonesia, mengatakan bahwa digitalisasi nasional merupakan kebutuhan mendesak di tengah perkembangan teknologi global yang semakin pesat.

"Indonesia memiliki potensi besar di bidang teknologi digital. Dengan program ini, kita bisa memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang ada dan bersaing di kancah internasional," kata Dr. Andi.

Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk kalangan pengusaha dan masyarakat sipil. Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi Indonesia (APTII) menyatakan siap mendukung implementasi program ini di lapangan.

Penulis Tim Redaksi
Editor Ahmad Fauzi
Sumber Kantor Berita Indonesia
Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!