Kabar Baru
Siswi SDN Sobo Diduga Dikeroyok Teman Sekelas, Didikan Ala Preman?
Polresta Banyuwangi Berhasil Ungkap Mafia Solar
Revitalisasi Pasar Banyuwangi sekitar 95 persen, Warga Minta Free Parkir
Pendopo Kabupaten Banyuwangi Digeruduk Massa, Ada Apa?
Halal Bihalal di Cafe & Resto SAGAH, Pemdes Tegalharjo Rangkul Media Perkuat Sinergi
Konsep Otomatis
Siswi SDN Sobo Diduga Dikeroyok Teman Sekelas, Didikan Ala Preman?
Polresta Banyuwangi Berhasil Ungkap Mafia Solar
Revitalisasi Pasar Banyuwangi sekitar 95 persen, Warga Minta Free Parkir
Pendopo Kabupaten Banyuwangi Digeruduk Massa, Ada Apa?
Halal Bihalal di Cafe & Resto SAGAH, Pemdes Tegalharjo Rangkul Media Perkuat Sinergi
Konsep Otomatis
Memuat cuaca...
Banyuwangi

Pendopo Kabupaten Banyuwangi Digeruduk Massa, Ada Apa?

Pendopo Kabupaten Banyuwangi Digeruduk Massa, Ada Apa?
Aksi damai Warga bentangkan spanduk (Istimewa)

Banyuwangi,—Media Indonesia Times| Ketegangan mencuat di depan Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Kamis (16/4), saat sejumlah warga mendatangi lokasi untuk menyuarakan protes. 

Diketahui, aksi ini dipicu informasi kedatangan perwakilan Kedutaan Besar Rusia, di tengah mencuatnya dugaan kasus kekerasan terhadap warga lokal oleh oknum warga negara asing asal Rusia.

Sementara itu, massa datang dengan membawa spanduk bernada keras. Tulisan seperti “Tolak Kampung Rusia di Banyuwangi!!!” dan “Adili Kekerasan Oknum Rusia Terhadap Warga Lokal” menjadi simbol kekecewaan sekaligus tekanan publik terhadap aparat dan pemerintah daerah.

Koordinator aksi Mujiono menegaskan, kehadiran mereka bukan tanpa alasan. Warga, kata dia, menuntut kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat lokal.

 

“Kami tidak anti orang asing, tapi kami menolak jika ada yang bertindak semena-mena di tanah kami. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegasnya di tengah aksi.

 

Selain menyoroti dugaan pemukulan terhadap warga Banyuwangi, massa juga mempertanyakan isu keberadaan “Kampung Rusia” yang dinilai berpotensi memicu gesekan sosial jika tidak diawasi secara ketat.

 

Lanjut, aksi berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian dan Satpol PP. Meski sempat memanas lewat orasi, situasi tetap terkendali tanpa insiden berarti.

 

Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi maupun pihak terkait mengenai dua hal krusial: dugaan kasus kekerasan tersebut dan isu kedatangan perwakilan Kedubes Rusia.

 

Warga berharap, peristiwa ini tidak berhenti sebagai aksi semata, melainkan menjadi titik awal penegakan hukum yang tegas dan transparan.

Penulis Tim
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times
Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!