Kabar Baru
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Anggaran Banyuwangi Festival 2024 Capai Rp8,7 Miliar, Puluhan Event Digelar Sepanjang Tahun
BPK Lakukan Pemantauan Tindak Lanjut Laporan Keuangan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2024
Pedagang Kaki Lima Terminal Pariwisata Banyuwangi Mengeluh Pendapatan Terus Menurun
Warga Banyuwangi Pertanyakan Biaya Admin Surat Keterangan Sehat di Puskesmas
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Anggaran Banyuwangi Festival 2024 Capai Rp8,7 Miliar, Puluhan Event Digelar Sepanjang Tahun
BPK Lakukan Pemantauan Tindak Lanjut Laporan Keuangan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2024
Pedagang Kaki Lima Terminal Pariwisata Banyuwangi Mengeluh Pendapatan Terus Menurun
Warga Banyuwangi Pertanyakan Biaya Admin Surat Keterangan Sehat di Puskesmas
Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Rembuk Tani di Banyuwangi, Menko Zulhas: Distribusi Pupuk dan Harga Gabah Terjaga

Rembuk Tani di Banyuwangi, Menko Zulhas: Distribusi Pupuk dan Harga Gabah Terjaga

BANYUWANGI - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan bertemu dengan ratusan petani Banyuwangi dalam kegiatan Rembuk Tani di Desa Karangbendo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Kamis (14/5/2026). Dalam acara tersebut, Menko Zulhas memastikan stok pupuk tersedia dan harga gabah tetap di level aman agar kesejahteraan petani terjaga.

 

"Saya diminta Presiden untuk mengecek harga gabah. Tadi (di Banyuwangi) harga gabah bagus di atas Rp6.500. Saya juga diminta ngecek pupuk, alhamdulillah pupuk lancar, dan dapat diskon harga 20 persen. Begitupun dengan irigasi, irigasinya bagus. Wajar kalau nilai tukar petani naik," ujarnya. Zulhas turut didampingi Wakil Bipati Banyuwangi, Mujiono. 

 

Presiden Prabowo sebelumnya menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen sejak tahun lalu. Pupuk jenis urea yang semula Rp112.500 per sak menjadi Rp90.000. Pupuk NPK juga turun dari Rp115.000 per sak menjadi Rp92.000.

 

"Saya cek penyalurannya juga tidak kurang-kurang. Berarti sudah benar. Berarti programnya berhasil," kata Zulhas.

 

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menambahkan, realisasi penebusan pupuk subsidi di Jawa Timur cukup tinggi, saat ini telah mencapai hampir 50 persen dari total alokasi sekitar 2 juta ton. 

 

"Banyuwangi juga termasuk di dalamnya, itu penyerapannya sudah 50 persen. Ini menunjukkan bahwa kelancaran penyaluran, kemudian juga daya beli petani cukup baik. Sehingga kita doakan semoga hasil panen tahun ini jauh meningkat untuk seluruh tanaman pangan, holtikultura dan juga perkebunan," ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan bersama Dirut Petrokimia Gresik menyerahkan bantuan dua ton pupuk nonsubsidi kepada Kelompok Tani Sumber Urip Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari.

 

Ketua Kelompok Tani Sumber Urip, Muhammad Sayidi, bersyukur karena program pemerintah menguntungkan bagi petani. Ia mengaku kondisi pupuk saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Petani sudah tidak lagi mengalami kelangkaan pupuk.

 

"Sekarang ini nggak ada istilah kelangkaan pupuk, nggak ada keluhan dari petani. Jadi petani butuh, pupuk tersedia," kata Sayidi.

 

Ia juga menyebut harga gabah di tingkat petani saat ini baik dan berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni Rp6.500. Bahkan ada yang menyantuh di Rp7 ribu per kilogramnya.

 

Kondisi tersebut, kata dia, membuat petani lebih tenang dalam menjalani musim tanam dan panen. "Alhamdulillah, terimakasih Bapak Presiden. Pupuk tidak ada kendala, pupuk banyak dan harganya turun. Harga gabah juga bagus," ungkapnya.

 

Sementara bantuan dua ton pupuk nonsubsidi yang diberikan rencananya akan dibagikan kepada seluruh anggota kelompok untuk mendukung kebutuhan pemupukan. 

 

Sebelumnya, Zulhas hadir di Sarasehan Penguatan Ketahanan Pangan di Pondok Pesantren Ibnu Sina, Kecamatan Genteng. Sarasehan tersebut dihadiri para pengasuh Ponpes, tokoh agama dan tokoh masyarakat, hingga santri. 

 

"Pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak kemandirian ekonomi masyarakat, termasuk di sektor pangan," kata Zulhas. (*)

Ti
Editor Tim Redaksi

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Data A Satu dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Data A Satu namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Data A Satu.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN