Mendengar Dengan Hati, Mengawal Dengan Tanggung Jawab: Reses Hj. Lilik di Sambiarum
Satu per satu warga menyampaikan aspirasi yang selama ini mereka simpan. Ibu Ana, warga Jelidro, dengan nada penuh harap mengungkapkan kondisi paving jalan yang belum juga diperbaiki meski pengajuan telah disampaikan sejak setahun lalu. Jalan yang menjadi akses penghubung dari arah Made menuju Manukan itu, menurutnya, sudah tidak lagi layak dilalui.
“Mulai dari Made kalau ke arah Manukan lewat situ, paving-nya sudah tidak layak. Saya tidak bosan-bosan menyampaikan permintaan ini kepada Ibu Hj. Lilik Hendarwati,” tuturnya.
Tak hanya soal infrastruktur, Ibu Ana juga memohon bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk anaknya yang tengah menempuh pendidikan di bangku kuliah sebuah harapan sederhana agar pendidikan tetap bisa berlanjut tanpa terhambat biaya.
Menanggapi hal tersebut, Hj. Lilik Hendarwati menjelaskan dengan terbuka bahwa persoalan paving jalan dan KIP merupakan kewenangan DPRD Kota Surabaya sesuai dengan pembagian urusan pemerintahan. Namun demikian, ia tidak menutup tangan.
“Kebetulan dua pertanyaan tadi merupakan wewenang DPRD Kota Surabaya. Nanti bisa dikoordinasikan melalui anggota DPRD Kota sesuai wilayahnya,” jelasnya, sembari memastikan aspirasi itu tetap dicatat dan diarahkan ke jalur yang tepat.
Dialog pun berlanjut. Seorang warga RT 08 yang berstatus janda menyampaikan kebutuhan tambahan modal usaha untuk menopang dagangannya. Baginya, bantuan modal bukan sekadar angka, tetapi peluang untuk memperkuat ekonomi keluarga dan menjaga keberlangsungan hidup.
Dengan penuh empati, Hj. Lilik menanyakan secara rinci kebutuhan yang dimaksud. “Kira-kira kebutuhan modalnya berapa? Nanti jika memungkinkan dan sesuai skema permodalan seperti program Madani, akan kami upayakan untuk membantu,” ujarnya. Respons itu menunjukkan bahwa setiap aspirasi tidak hanya didengar, tetapi juga ditelusuri kemungkinan realisasinya sesuai mekanisme yang berlaku.
Selain persoalan ekonomi dan pendidikan, warga juga mengusulkan bantuan speaker untuk masjid setempat guna mendukung kegiatan ibadah dan syiar keagamaan. Bagi warga, sarana tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kebersamaan dan kehidupan spiritual di lingkungan mereka.
Menanggapi usulan itu, Hj. Lilik menjelaskan bahwa DPRD Provinsi Jawa Timur memiliki ruang untuk membantu kegiatan keagamaan, termasuk pengadaan sarana pendukung. Namun, ia menegaskan pentingnya kelengkapan administrasi sebagai syarat utama.
“Untuk bantuan speaker masjid atau mushalla, harus ada lembaga atau pengelola resmi yang jelas. Status tanahnya juga harus jelas, apakah wakaf atau bagaimana, serta siapa pengurusnya. Monggo dilengkapi dulu administrasinya, agar bisa kami tindak lanjuti sesuai aturan,” tegasnya.
Reses di Sambiarum menjadi gambaran nyata bagaimana demokrasi bekerja dalam keseharian. Tidak semua persoalan berada dalam satu kewenangan, namun setiap aspirasi tetap mendapatkan penjelasan yang jujur dan diarahkan pada solusi yang tepat. Di situlah letak kepercayaan dibangun melalui keterbukaan, empati, dan komitmen untuk mengawal aspirasi sesuai jalur pemerintahan yang berlaku.
Bagi warga Sambiarum, pertemuan itu bukan sekadar forum tanya jawab. Ia adalah ruang harapan. Dan bagi Hj. Lilik Hendarwati, reses adalah amanah untuk mendengar dengan hati, memetakan dengan cermat, serta memperjuangkan setiap suara rakyat melalui kewenangan yang dimiliki.
Di balai sederhana itu, demokrasi terasa dekat hadir dalam dialog, tumbuh dalam kepercayaan, dan bergerak melalui tanggung jawab bersama. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Data A Satu dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Data A Satu namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Data A Satu.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Berbagi di Bulan Ramadhan, Satlantas Bangkalan dan Ojol Perkuat Sinergi Ciptakan Kamselticarlantas
Kombes Pol Rama Samtama Putra Pamit, Aktivis dan Masyarakat Banyuwangi Merasa Kehilangan
Semangat Ramadhan, Polwan Polres Bondowoso Tebar 500 Takjil di Pasar Induk, Wujud Nyata Polri Hadir untuk Masyarakat


