Kabar Baru
Martini Desak Dana Pokir DPRA Dialihkan untuk JKA, Publik Aceh Heboh Soroti Anggaran Fantastis Pokir DPRA,
Langkah Mualem Cabut Pergub JKA sebagai Keputusan Tepat dan Berpihak kepada Rakyat Aceh
Amarullah Respons Ketua Komisi IV DPRD Madina, Tegaskan Sengketa Informasi Desa Malintang Jae Bukan Sekadar Pembinaan
Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur
Turnamen Golf Wali Kota Surabaya Cup 2026 Jadi Panggung Regenerasi Atlet Golf Jawa Timur
Ribuan Langkah Menuju Kebangkitan: Jember Fun Run 5K Hidupkan Semangat Sport Tourism dan Ekonomi Rakyat
Martini Desak Dana Pokir DPRA Dialihkan untuk JKA, Publik Aceh Heboh Soroti Anggaran Fantastis Pokir DPRA,
Langkah Mualem Cabut Pergub JKA sebagai Keputusan Tepat dan Berpihak kepada Rakyat Aceh
Amarullah Respons Ketua Komisi IV DPRD Madina, Tegaskan Sengketa Informasi Desa Malintang Jae Bukan Sekadar Pembinaan
Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur
Turnamen Golf Wali Kota Surabaya Cup 2026 Jadi Panggung Regenerasi Atlet Golf Jawa Timur
Ribuan Langkah Menuju Kebangkitan: Jember Fun Run 5K Hidupkan Semangat Sport Tourism dan Ekonomi Rakyat
Memuat cuaca...
Hukum & Kriminal

Tak Tahan Dampak Tambang Ilegal, P3A Paguat Minta PETI Dengilo Ditutup Total

Tak Tahan Dampak Tambang Ilegal, P3A Paguat Minta PETI Dengilo Ditutup Total
Keterangan foto: Ketua P3A Kecamatan Paguat bersama Kapolres Pohuwato usai penyerahan surat permohonan penutupan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Dengilo, sebagai bentuk aspirasi petani yang terdampak sedimentasi dan gangguan irigasi persawahan.

Pohuwato – Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kecamatan Paguat menyerahkan permohonan penutupan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Dengilo kepada Kapolres Pohuwato. 

 

Permohonan tersebut disampaikan langsung sebagai bentuk keresahan para petani yang terdampak aktivitas tambang ilegal di wilayah hulu.

 

Ketua kelompok tani P3A menyampaikan bahwa aktivitas PETI di Dengilo dinilai memberi dampak serius terhadap sektor pertanian, khususnya bagi petani sawah di Desa Bunuyo, Kamiri, dan Molamahu, Kecamatan Paguat. Salah satu dampak yang paling dirasakan yakni pendangkalan sedimentasi pada saluran irigasi persawahan.

 

Permohonan tersebut diterima langsung oleh Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, SH, pada Rabu, 6 Mei 2026. Dalam pertemuan itu, para petani berharap pihak kepolisian segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas PETI yang dinilai merugikan masyarakat di wilayah hilir.

 

Ketua P3A Desa Bunuyo, Eman, mengatakan bahwa para petani selama ini merasakan dampak langsung dari aktivitas pertambangan di kawasan hulu Dengilo. 

 

Material sedimen yang terbawa aliran air menyebabkan saluran persawahan menjadi dangkal dan mengganggu distribusi air ke lahan pertanian.

 

“Kami berharap kepada bapak Kapolres agar aktivitas PETI di Dengilo segera dihentikan. Kami para petani sangat terdampak akibat pendangkalan sedimen di saluran sawah kami,” ujar Eman kepada awak media.

 

Ia juga meminta aparat penegak hukum tidak hanya menutup aktivitas tambang ilegal, tetapi menindak tegas pihak-pihak yang diduga memfasilitasi aktivitas tersebut. 

 

Menurutnya, keberadaan PETI yang terus berlangsung menunjukkan adanya dukungan atau pembiaran dari pihak tertentu.

 

“Para pelaku PETI harus ditindak tegas, termasuk pihak yang memfasilitasi sehingga mereka berani beraktivitas tanpa memikirkan nasib petani di hilir,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Eman menegaskan apabila aktivitas PETI di Dengilo tidak segera ditertibkan, pihaknya akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi dengan menemui Kapolda Gorontalo.

 

“Jika tidak ada penertiban, kami akan menemui Kapolda untuk meminta penutupan aktivitas PETI Dengilo, serta melakukan upaya-upaya lain,” tutupnya.

Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times
Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!